20 Agustus 2014

Lucky

To all of you who read this,
I wanna say that maybe we're the lucky one.
Maybe you think you have a better life than me, or maybe you think i have a better life than you.
Oh, it's complicated when we talked about "LUCKY".
It is based on Nothing.
It just showed up when you start to see another people's life is better than yours. 

What i mean is let's not to talk about the Lucky One, let's make some lucky things in our lifes.

In my own life, i got this kind of story...
I am a 23 years old already, and you know what? I've got no job. I'm not working in any companies. I was a colleger, but when my dad got problems with our financial, i quit from college. Then i started to search some informations about job vacancies. I'm totally upset when i saw every job vacancies needs a person who already graduated from unviersity. Whereas, i know that i can doing good in that position.
But my spirit doesn't stop. I applied on some vacancies, and they're accepted me. But no longer, i quit from that job. Because i felt there's no satisfaction for me, there's only stressful. I must finish my work, 8 hours per day, sitting in the chair in front of the computer all day long, hearing my boss screamed, struggling the traffic, low salary, and of course i can't do my hobbies anymore, there's no timeee... When i got home all i wanna do is just laying on my bed, feel the lil of comfortable there.
And then, i was thought that this is because of i can't finish my college. So, i think those job vacancies will never be fit with me. I need to find another way to be success.

What i love to do are singing and baking cake.
So i start to sing and bake. I joining with some auditions, make songs, sing whenever and wherever people want me to sing, upload my voices to media social so people can hear and enjoy my music. Even i'm never winning even for once audition, yet. Cause i'm still on progressing in this thing. 
And i baking cake, and i selling it. This one is running good. Even i still can't buy my own stove and oven from this bussiness, but i believe someday i will. Also this one still on progressing.

Some people may see me like i'm the lucky one who can singing, who can baking cakes. But maybe they don't know that in other things they're more lucky than me.

And sometimes i think that you're the lucky one so much more than me, because you can finish your college, you can have what you want, you can get any positions by your title, you've been any places where i want myself to be, you can be proud of yourself.
But sometimes i also think that i'm lucky enough to have myself like this, i can learn how to be an entrepreneur, i can do my hobbies, i'm tough enough and after all of these fights in this life, i can still be thankful.

Now do you get the point of this post?
There's no words that saying "i'm not lucky enough" anymore.
Be proud of yourself! You can do even better in any sides. Better than her, better than him, better than them, better than me! Above, i said "I'm still on progressing" because for me in life there's no limits, there's no climax. As long as we breathing, we're still on progress.

Make ourself seems lucky by our spirits, by our never-give up-souls!

Xx,













05 September 2013

STOP Sexual Child Abuse! Together!

Hai bloggers! Apakabar?
Saat ini aku ingin membahas suatu masalah di Indonesia terhadap anak-anak yang cukup mengancam masa depan anak-anak Indonesia.
Sebenarnya sih, masalah ini gak hanya ada di Indonesia, tapi hampir diseluruh dunia. Yaitu, Sexual Child Abuse. Atau bahasa Indonesia-nya ialah kekerasan dan tindak asusila terhadap anak-anak.

Ini masalah yang serius. Karena disadari atau tidak, perlakuan sex terhadap anak-anak bisa menghancurkan mental dan jiwa mereka.
Seperti yang sering kita tonton diberita-berita di televisi. Tindak asusila terhadap anak-anak tidak hanya dilakukan oleh orang asing saja, bahkan orang-orang terdekat dari keluargapun ada kemungkinan untuk melakukan tindak keji ini terhadap anak-anak kita. Jadi, tindak asusila terhadap anak-anak tidak hanya terjadi di luar rumah, tetapi bisa juga di dalam rumah.

Seperti contohnya, barusan saja aku menonton berita yang cukup mengiris hati, yakni seorang anak berumur 8 tahun di 'grayangi' alat kelaminnya oleh seorang pria asing yang sebelumnya menawarkan diri kepada ibu dari sang anak tersebut untuk memangku anak perempuan itu, dan sayangnya karena tidak ada curiga sama sekali sang ibu pun mengijinkan, padahal ibu tersebutpun tidak mengenal pria tadi. Dan lalu terjadilah hal yang tidak diinginkan. Lalu si ibu tersebut menyadari tindak asusila telah terjadi kepada anaknya, dan melaporkan si pria ke kantor polisi. Dan si pria pun ditahan dengan belasan tahun penjara.

Selesai berita tersebut, muncul juga berita yang setipe di berita selanjutnya. Seorang anak gadis SMA di sodomi pamannya sendiri di rumahnya. Untungnya anak ini melakukan perlawanan sehingga tidak sampai diperkosa. Dan langsung melaporkan kejadian itu ke kantor polisi. Dan pamannya pun itu di masukan ke penjara juga. Ini lebih mengiris hati saya. Bayangkan? Pamannya sendiri?

Dua cerita diatas cukup sekali untuk membuat hatiku sakit. Jujur, aku bisa merasakan apa yang anak-anak itu rasa. Mungkin kita yang membaca atau mengetahui berita tersebut masih bisa bernafas lega, karena pelakunya sudah di tangkap dan di tahan. Setidaknya mereka jera.
Tapi apakah kamu semua tahu apa yang dirasakan para korban?
Bagi mereka, si pelaku ditangkap pun itu hanya sedikit mengobati rasa sakit batin mereka. Percayalah.
Kejadian yang telah terjadi, pastilah sudah terekam jelas di memori mereka. Bahkan mungkin tidak akan pernah terlupakam seumur hidup mereka.
Dan percaya atau tidak, hal tersebut bisa saja merusak mental mereka. Membuat percaya diri anak-anak ini menurun. Dan selalu berpikiran negatif akan hal disekitar dan diri mereka sendiri.

Anda yang sudah menjadi orang tua, ada baiknya untuk terus memantau keadaan di sekitar anak anda. Dekatkan diri anda sedekat-dekatnya dengan anak anda, sehingga anda bisa menjadi orang paling di percaya anak-anak untuk menceritakan kejadian apapun yang menimpa mereka.
Biasakan bertanya tentang aktifitas dan kejadian apa yang mereka alami sehari ini dengan suara rendah. Tanyakan setiap detail kegiatan yang anak-anak anda lakukan, jika anda tahu mereka sehari ini tidak bersama anda melainkan bersama orang lain, misalnya dengan gurunya, paman, tante, kakek, nenek, orang tua dari teman, dan lain-lain.
Jangan sungkan untuk menaruh curiga kepada setiap orang yang berlainan jenis kelamin dengan anak anda. Jangan takut untuk menaruh curiga kepada teman terdekat, kakak/adik anda, suami/istri anda, saudara-saudara anda yang sering main kerumah, dll. Karena sekali lagi, tindak asusila tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh suami/istri anda sendiri, ayah/ibu anda sendiri, saudara terdekat anda sendiri.
Sangat perlu untuk memberikan informasi secara blak-blakan kepada anak anda. Meskipun anak anda masih diusia sangaaaat kecil. Ini penting ya, readers! Karna di dunia yang makin 'gila' ini, tindak asusila juga sering menimpa anak-anak yang berusia sangat dini, bahkan ada yang menimpa anak berumur 3 tahun-pun.
Beritahu anak-anak anda untuk jangan pernah takut ancaman apapun yang diberikan kepada mereka, seperti ancaman untuk tidak menceritakan tindak asusila dan kekerasan yang menimpa mereka kepada anda.
Beri mereka informasi bagaimana untuk melawan orang yang terlihat mencurigakan dan ingin melakukan hal jahat terhadap mereka. Beri tahu saja, untuk menendang si pelaku, lalu lari atau berteriak, segera minta pertolongan orang yang ada disekitar, dan jangan hanya diam saja.

Saran-saran diatas mungkin sangat terang-terangan atau mungkin kurang pantas untuk dilakukan. Tapi, ini adalah jaman yang memang sudah gila, readers. Jangan sungkan melakukan apapun untuk melindungi anak-anak. Jangan takut untuk mengambil setiap keputusan demi melindungi anak-anak. Anak-anak adalah titipan Tuhan, Tuhan pasti akan membantu kita untuk menjaga 'titipan'Nya itu, karna Tuhan-pun pasti tidak mau 'titipan'Nya di rusak oleh siapapun. Kitapun pasti tidak mau mengecewakan anak-anak dan Dia, bukan?

Ingat juga, anak adalah aset terbesar kita. Mereka manusia seperti kita. Apa yang tidak kita inginkan terjadi pada diri kita, pastilah yang tidak mereka inginkan terjadi dalam kehidupan mereka juga. Pandang anak-anak anda seperti anda memandang diri anda sendiri. Jaga anak anda, jaga adik/kakak anda.
Jaga anak-anak Indonesia. Jaga mereka.

With love, :)
Vanessa Lontoh.
- lots of love for Indonesia Children -